KARAKTERISTIKMUSIKAL PADA FILM TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK Haria Nanda Pratama; Abdul Rozak Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 10, No 2 (2021): Gorga : Jurnal Seni Rupa Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v10i2.29202
Untukversi filmnya sendiri, naskah cerita Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck digarap oleh Imam Tantowi (Ketika Cinta Bertasbih, 2009), Donny Dhirgantoro (5 cm, 2012), Riheam Junianti (308, 2013) serta sutradara film ini sendiri, Sunil Soraya (Apa Artinya Cinta, 2005).Beruntung, dengan kombinasi empat nama tersebut serta pengarahan Sunil Soraya yang cukup efektif, Tenggelamnya Kapal Van Der
NilaiPendidikan Dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Hamka Teknik Analisis Unsur Instrinsik Sastra . Tersimpan di: Main Author: Maulida, Utami: Format: Article info application/pdf: Bahasa: eng: Terbitan: STAI Binamadani, 2019: Online Access:
cash. scene ter killer.!! Hayati “Engkuh.??” Zainudin “Duduk lah..” Hayati “Sudah sebulan lamanya saya menetap di rumah engkuh!! Setelah kepergian uda aziz Apalah lagi akal saya engkuh??” Zainudin “Iyaaa.. apalah akal kita lagi??” Hayati “Saya akan berkata berterus terang kepada mu!! Saya akan jujur kepada mu!! akan Ssaya panggil kembali nama mu.. Sebagai mana dahulu pernah saya panggilkan!! “zainudin”Saya sudi menanggung segenap coba’an yang menimpa diriku.. asalkan kau sudi memaafkan segenap kesalahan ku!!” Zainudin “Maaf.?? Kau regas segenap pucuk pengharapan ku.. kau patahkan!! Kau minta maaf??” Hayati “Mengapa kau jawab aku sekejam itu zainudin?? Sudah hilangkah kenangan kita dari hati mu?? Janganlah kau jatuhkan hukuman.. kasihanilah perempuan yang di timpa musibah berganti ganti ini.!!” Zainudin “Iya!! Demikianlah perempuan dia hanya ingat kekejaman orang kepada dirinya walaupun kecil.. dan dia lupa kekejamanya sendiri kepada orang lain padahal begitu besarnya!! Lupakah kau siapa di antara kita yang kejam?? Bukankah kau yang telah berjanji ketika saya di usir oleh nidik mamak mu karna saya asalnya tidak tentu.. orang hina di hina tidak tulen minangkabau.. ketika itu kau antarkan saya ke simpang jalan.. kau berjanji akan menunggu kedatangan ku berapa pun lamanya!! Tapi kemudian kau berpaling ke yang lebih gagah, kaya raya, berbangsa, beradat, berlembaga, berketurunan.. kau kawin dengan dia!! Kau sendiri yang bilang padaku bahwa perkawinan itu bukan paksaan orang lain.. tetapi pilihan hati kau sendiri!! Hampir saya mati menanggung cinta hayati!! Dua bulan lamanya seya tergeletak di tempat tidur!! Kau jenguk saya dalam sakit ku.. menunjukan bahwa tangan kau telah ber-inai.. bahwa kau telah jadi kepunyaan orang lain!! Siapakah diantara kita yang kejam hayati?? Saya kirimkan surat-surat, meratap, menghinakan diri, memohon dikasihani!! Tiba-tiba kau balas saja surat itu dengan suatu balasan yang tersulit tak termakan di hayal.. kau katakan kau miskin saya pun miskin hidup tidak akan beruntung kalau tidak ada uang!! Karna itu kau pilih kehidupan yang lebih senang mentereng, cukup uang, berenang di dalam emas bersayap uang kertas!!” Hayati “Zainudin!!” Zainudin “Siapakah diantara kita yang kejam hayati?? Siapakah yang telah mengahalangi seorang anak muda yang bercita-cita tinggi menambah pengetahuan!! Tapi akhirnya terbuang jauh ke tanah jawa ini.. hilang kampung dan halamannya!! Sehingga dia menjadi anak komedian tertawa di muka umum tetapi menangis di belakang layar.!!” Hayati "Zainudin!!” Zainudin “Tidak hayati!! Saya tidak kejam.. saya hanya menuruti katamu!! Bukankah kau yang meminta di dalam suratmu.. supaya cinta kita itu di lupakan dan di hilangkan saja.. di ganti dengan persahabatan yang kekal!! Permintaan itulah yang saya pegang teguh sekarang kau bukan kecintaan ku bukan tunangan ku bukan istri ku tetapi janda dari orang lain!! Maka itu secara seorang sahabat bahkan secara seorang saudara!! Saya akan kembali teguh memegang janji ku dalam persahabatan itu sebagai mana teguhku dahulunya memegang cinta ku!! Itulah sebabnya dengan segenap ridho hati ini kau ku bawa tinggal di rumah ku.. untuk menunggu kedatangan suami mu.. tetapi kemudian bukan dirinya yang kembali pulang tetapi surat cerai dan kabar yang mengerikan!! Maka itu sebagai seorang sahabat pula kau akan ku lepas pulang ke kampung mu.. ketanah asalmu!! Tanah minangkabau yang kaya raya yang beradat berlembaga yang tak lapuk di hujan tak lekang di panas!! Ongkos pulang mu akan saya beri demikian keperluan yang kau perlukan!! Dan kalau saya masih hidup sebelum kau mendapat suami lagi!! Insyaallah kehidupan mu selama di kampung akan saya bantu!!„ Hayati “Zainudin?? Itukah keputusan yang kau berikan kepadaku?? Bukankah kau tlah termasur dimana-mana.. seorang yang berhati mulia!! Tidak!! Saya tidak akan pulang.. saya akan tetap disini bersama mu.. biar saya kau hinakan biar saya kau pandang sebagai babu yang hina!! Saya tidak butuh uang berapapun banyaknya saya butuh dekat dengan kau zainudi!! Saya butuh dekat dengan kau..” Zainudin “Tidak!! Pantang pisang berbuah dua kali.. pantang pemuda memakan sisa!! Kau mesti pulang kembali ke padang.. biarkan saya dalam keadaan begini!! Jangan mau di tumpang hidup saya.. orang tidak tentu asal.. negeri minangkabau beradat!! Besok hari senin ada kapal berangkat dari surabaya kemudian ke tanjung priuk terus ke padang!! Kapal van der wijck.. engkau menumpanglah dengan kapal itu pulang ke kampung mu!! buat belanja pulang mengeluarkan uang dari dompetnya !! bang muluk akan mengurus semuanya.. saya tidak bisa menghantar!! Saya harus pergi ke malang menginap di sana ada urusan!! Di kala kau sudah sampai ke kampung.. sampaikan salam ku pada engkuh datuk!!”
- Banyak yang menyangka Kapal Van de Wijck hanyalah bagian dari cerita fiksi Novel Tenggelamnya Kapal Van de Wijck yang ditulis oleh Buya Hamka pada tahun 1938. Novel tersebut diterbitkan sebagai cerita bersambung di rublik "Feuilleton" majalah Pedoman Masyarakat. Pada tahun 1938, cerita bersambung tersebut diterbitkan dalam bentuk buku di Medan oleh Penerbit Centrale Courant setelah cerita tersebut dikumpulkan oleh ini menceritakan Zainudin dan Hayati, sepasang kekasih yang terhalang cintanya karena adat Minangkabau yang terkenal kukuh. Baca juga Mencari Jejak Kapal Van der Wijck yang Tenggelam Tahun 1936 di Perairan Lamongan Pada akhir tahun 2013, novel karya Buya Hamka diadaptasikan dalam sebuah film yang berjudul Tenggelamnya Kapal Van der berdurasi 2 jam 35 menit itu tayang perdana pada 19 Desember 2013 itu menyedot banyak perhatian penikmati film. Dalam tujuh hari pemutaran, film yang dibuat oleh Soraya Intercine Film tersebut ditonton oleh 570 ribu penonton. Kapal Van der Wijk sebenarnya bukanlah fiksi. Kapal milik maskapai Belanda nyata ada dan kapal tersebut tenggelam di Perairan Lamongan pada tahun 1936. Baca juga Tim Ekspedisi Kapal Van Der Wijck Gagal Menyelam karena Arus Kuat Berikut 7 fakta tentang Kapal Van der Wijk 1. Nama Gubernur Jenderal Hindia Rijksmuseum Gubernur Jenderal Hindia Belanda Carel Herman Aart van der WijckNama Van der Wijck berasal dari nama Gubermur Jendela Hindia yang memerintah tahun 1839 hingga 1899.
Pernah nonton film tenggelamnya kapal van der wijk ??? ini nih bagian yang paling keren difilmnya tenggelamnya kapal van der wijk, film ini di bintangi oleh Herjunot ali dan pevita pearce. yuk mari kita liat dialognya guys !!! Zainuddin Maaf? Kau regas segenap pucuk pengharapanku. Kau patahkan. Kau minta maaf.. Hayati Sudah hilangkah tentang kita dari hatimu? Janganlah kau jatuhkan hukuman, kasihanilah perempuan yang ditimpa musibah berganti-ganti ini. Zainuddin Demikianlah perempuan, ia hanya ingat kekejaman orang kepada dirinya walau pun kecil dan ia lupa kekejamannya sendiri pada orang lain padahal begitu besarnya. Zainuddin Bukankah kau yang telah berjanji ketika saya diusir oleh Ninik Mamakmu karena saya asalnya tidak tentu, orang hina, tidak tulen Minangkabau, ketika itu kau antarkan saya di simpang jalan, kau berjanji akan menunggu kedatanganku berapapun lamanya, tapi kemudian kau berpaling ke yang lebih gagah kaya raya, berbangsa, beradat , berlembaga, berketurunan, kau kawin dengan dia. Kau sendiri yang bilang padaku bahwa pernikahan itu bukan terpaksa oleh paksaan orang lain tetapi pilihan hati kau sendiri. Hampir saya mati menanggung cinta Hayati.. 2 bulan lamanya saya tergeletak di tempat tidur, kau jenguk saya dalam sakitku, menunjukkan bahwa tangan kau telah berinang, bahwa kau telah jadi kepunyaan orang lain. Siapakah di antara kita yang kejam Hayati? Zainuddin Kau pilih kehidupan yang lebih senang, mentereng, cukup uang, berenang di dalam emas, bersayap uang kertas. Siapakah di antara kita yang kejam Hayati? Siapa yang telah menghalangi seorang anak muda yang bercita-cita tinggi menambah pengetahuan tetapi akhirnya terbuang jauh ke Tanah Jawa ini, hilang kampung dan halamannya sehingga dia menjadi anak yang tertawa di muka ini tetapi menangis di belakang layar. Tidak Hayati, saya tidak kejam. Saya hanya menuruti katamu. Bukankah kau yang meminta dalam suratmu supaya cinta kita itu dihilangkan dan dilupakan saja, diganti dengan persahabatan yang kekal. Permintaan itulah yang saya pegang teguh sekarang. Kau bukan kecintaanku, bukan tunanganku, bukan istriku. Tetapi janda dari orang lain. Maka itu secara seorang sahabat, bahkan secara seorang saudara saya akan kembali teguh memegang janjiku dalam persahabatan itu sebagaimana teguhku dahulu memegang cintaku. Itulah sebabnya dengan segenap ridho hati ini kau ku bawa tinggal di rumahku untuk menunggu suamimu, tetapi kemudian bukan dirinya yang kembali pulang, tapi surat cerai dan kabar yang mengerikan. Maka itu sebagai seorang sahabat pula kau akan ku lepas pulang ke kampungmu, ke tanah asalmu, tanah Minangkabau yang kaya raya, yang beradat, berlembaga, yang tak lapuk dihujan, tak lekang dipanas. Ongkos pulangmu akan saya beri. Demikian pula uang yang kau perlukan. Dan kalau saya masih hidup, sebelum kau mendapat suami lagi Insya Allah kehidupanmu selama di kampung akan saya bantu. Hayati Saya tidak akan pulang. Saya akan tetap di sini bersamamu. Biar saya kau hinakan. Biar saya kau pandang sebagai babu yang hina. Saya tak butuh uang berapa pun banyaknya. Saya butuh dekat dengan kau, Zainuddin. Saya butuh dekat dengan kau.. Zainuddin Tidak. Pantang pisah berbuah dua kali. Pantang pemuda makan sisa. Kau mesti pulang kembali ke kampungmu. Biarkan saya dalam keadaan begini. Jangan mau ditumpang hidup saya.
dialog tenggelamnya kapal van der wijck